Apa itu budikdamber?

Budikdamber merupakan istilah baru bagi saya? Tentu dengan istilah baru itu, saya jadi bertanya-tanya. Apa itu budikdamber?

Setelah mencari kemana-mana, melalui browsing maupun youtube, ternyata sederhana sekali penjelasannya. Apa itu budidamber? ternyata budidaya ikan di dalam ember. Atau budidaya ikan menggunakan media ember.

Tentu ini memudahkah bagi saya yang ingin mencoba beternak ikan namun punya keterbatasan biaya untuk membeli kolam. Saya ingin memanfaatkan lahan depan rumah. Sepertinya budidamber bisa jadi solusi atas keinginan saya tersebut.

Sebenarnya, bisa saja menggunakan kolam terpal. Hanya sepertinya biayanya lebih besar dibanding dengan ember. Untuk kolam terpal ukuran 2x1 meter saja itu harganya kira-kira 50rb-80rb. Itu hanya untuk pengeluar terpal. Belum dengan penyangga terpal itu. Bisa menggunakan pipa air atau peralon. Atau dengan menggunakan kayu. 

Berbeda dengan ember yang harganya relatif murah. Untuk ukuran 80 liter, itu kira-kira antara 65rb-80rb. Tidak ada biaya lain.

Saya ingin beternak lele, sehingga ketemulah dengan istilah ini. Saya pikir mungkin ini yang bisa saya lakukan saat ini. Saya cukup membeli bibit lele, pakan, garam ikan dan em4. Untuk ember, saya tidak perlu beli. Saya punya beberapa ember atau mega box yang menganggur. Jadi, saya bisa manfaatkan itu semua.

Aerator, apa itu perlu untuk budidaya ikan lele dalam ember? Ada yang mengatakan tidak perlu. Tetapi, ada juga yang mengatakan sebaliknya. Umumnya, ikan perlu menggunakan aerator. Namun, ikan lele mampu hidup tanpa itu. Jujur, saya belum mendapatkan penjelasan mengenai itu. Jadi, untuk saat ini saya tidak perlu membeli aerator.

Di youtube, ada beberapa yang melubangi bagian bawah ember. Lalu, memasang kran untuk saluran pembuangan. Ada juga yang memasang pipa untuk saluran pembuagannya. Saya tidak demikian. Untuk menguras air, saya cukup memanfaatkan alat yang sudah ada. Yaitu pompa air. Bila saya memerlukannya, cukup celupkan pompa air itu ke dalam ember. Kemudia, nyalakan. Maka air akan keluar dengan sendirinya.

Saya tidak punya peralatan untuk melubangi ember saat ini. Jadi, saya tidak mau repot diawal-awal. Saya ingin menjadikan semua mudah terlebih dahulu untuk di awal. Khawatir, bila saya mendapati kesulitan, saya jadi enggan untuk melanjutkan. Biasanya begitu sifat manusia, bila mengawali suatu kegiatan, dan mengalami hambatan, maka cenderung untuk menghindar. Saya ingin tetap menjalani budidaya ikan lele walaupun dengan moda yang terbatas. Sehingga, saya manfaatkan saja peralatan yang ada.   

Komentar