Untuk saat ini, Saya Menyerah

Saya sudah tidak memperdulikan lagi tentang lele-lele itu. Mau mati, tidak apa-apa. Kalau masih hidup, sukur. Saya akan pelihara. Walaupun, jumlahnya sedikit.

Saya sudah tidak mempunyai modal untuk membeli peralatan dan bibit. 

Saya menduga, bahwa ember yang saya gunakan itu terlalu kecil untuk menebar lele sebanyak 20 ekor. Saya tidak tahu persis berapa kapasitas dari ember tersebut. Saya menggunakan ember bekas cat. Lumayan cukup besar.

Saya memerlukan aerator. Saya akan mencoba dengan menggunakan sistem aerator. 

Memang, saya melihat beberapa peternak bisa tanpa aerator. "Untuk pemula, tidak perlu menggunakan aerator" begitu mereka bilang.

Betul, untuk saat ini saya mesti mundur dulu. Namun, belum menyerah. Nanti, bila sudah siap, saya akan melanjutkan kembali kajian tentang bagaimana ternak lele. Ini baru permulaan. Dan, wajar bila masih gagal. Saya masih harus banyak belajar.

Pertama-tama yang perlu diperhatikan itu adalah air. Saya perlu belajar tentang bagaimana mengkondisikan air. Di sini, air bagus agan sulit. Saya harus beli untuk keperluan itu. Air di sini, kandungan besinya sangat tinggi. Memang, bila dilihat itu bening. Namun, banyak kandungan besi. Nampak pada ember atau tempat penampungan itu berbekar. Kuning.

Selain air, saya harus belajar bagaimana memilih bibit yang sehat. Sepertinya, bibit yang kemarin saya dapat itu sudah ada penyakit. Saya perhatikan lele itu tubuhnya menjadi putih sebagaian. Ada ada merah-merah. Saya belum tahu apa itu artinya. Terkena penyakit, atau memang berasal dari air.

Saya memulai belajar ternak lele ini dengan modal semangat dan dari youtube. Dengan menggunakan peratalan yang seadaanya. Sehingga, tidak terlalu banyak modal yang saya keluar. "tampkanya, mudah" itu pikiran waktu itu.

Setelah dijalani, tidak semudah yang saya pikirkan di awal. Lele yang saya akan besarkan banyak yang mati. Nampaknya sih terkena penyakit. Namun, saya belum bisa memastikan. 

Jika ditanya "kecewa, nggak". Ya, pastinya. Siapaun akan kecewa jika kenyatan tidak sesuai dengan harapan. Namun, ada banyak pelajaran yang bisa saya petik dari sini: pertama, jangan terlalu terburu-buru, belajar pada expert langsung, atau bila mengikuti tutorial di youtube,  jangan pindah-pindah chanel terlebih dahulu. Ikuti instruksinya satu-satu. Misal dalam persiapan air, itu kan minimal satu malam untuk diendapkan terlebih dahulu sebelum ditebar benih. Itu juga tergantung dengan keadaan kolam. Bila kolam yang kita gunakan adalah ember baru, maka sebaiknya disterlisasi terlebih dahulu. Bisa direndem terlebih dahuu beberapa hari, lalu digosok dengan batang pisang, atau dengan merendam dengan campuran garam atau em4 selama seminggu. Beda media, beda juga perlakuannya. Jadi, harus melihat konteknya. Jangan terlalu terburu-buru. Pastikan sampai tahap itu dulu berhasil. Jangan dulu ke tahap selanjutnya.

Saya dalam tahap steril air saja mungkin belum lulus. Masih banyak yang harus saya pelajari. Belum sampai pada pemilihan bibit lele.

Tidak apa-apalah. Saya jadi ingat, setiap kali saya menasehati anak saya bila ia belum berhasil "Namanya juga belajar, pasti ada salahnya, yang penting jangan berhenti untuk berusaha. Kita belum terbiasa aja.".

Komentar